Kalau ngomongin lomba lari, biasanya yang kebayang adalah peserta pakai sepatu olahraga, nomor dada, lalu adu cepat sampai garis finish. Tapi di Spanyol ada tradisi yang level tegangnya beda jauh, yaitu Encierro atau Running of the Bulls di Pamplona. Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian Festival San Fermín, ketika orang-orang berlari di jalanan sempit sambil dikejar sekumpulan banteng yang dilepas dari kandang menuju arena adu banteng. Sekilas memang terlihat seperti kompetisi ekstrem, padahal secara tradisi Encierro bukan perlombaan resmi untuk menentukan siapa yang paling cepat. Peserta justru mencoba bertahan dan menjaga jarak dari banteng sampai perjalanan menuju arena selesai. Yang bikin banyak orang heran, tradisi yang berisiko cedera bahkan kematian ini masih terus dilakukan dan setiap tahun menarik peserta lokal maupun wisatawan dari berbagai negara.
1. Faktor sejarah dan identitas budaya
Encierro sudah menjadi bagian penting dari Festival San Fermín dan berkembang dari tradisi membawa banteng menuju arena. Bagi masyarakat Pamplona, kegiatan ini bukan sekadar aksi nekat, tetapi bagian dari identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.
2. Sensasi ekstrem menjadi daya tarik tersendiri
Buat sebagian peserta, berlari hanya beberapa menit di depan banteng memberikan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain. Adrenalin, kerumunan, dan suasana festival membuat Encierro punya daya tarik yang sangat kuat bagi pencari pengalaman ekstrem.
3. Tradisi lokal bertemu pariwisata modern
Festival San Fermín sekarang sudah dikenal secara internasional. Kedatangan wisatawan membuat tradisi ini bukan cuma menjadi acara masyarakat lokal, tetapi juga salah satu ikon budaya Spanyol yang punya dampak besar terhadap pariwisata Pamplona.
4. Ada aturan meski tetap berbahaya
Peserta sebenarnya tidak bisa asal ikut. Ada aturan mengenai jalur, waktu, perilaku, dan batasan tertentu selama Encierro. Namun, aturan tersebut tidak menghilangkan risiko karena manusia tetap berlari sangat dekat dengan hewan besar yang bisa bergerak cepat dan tidak selalu dapat diprediksi.
5. Kontroversi justru ikut mempertahankan popularitasnya
Encierro juga terus mendapat kritik dari kelompok pemerhati kesejahteraan hewan dan sebagian masyarakat. Perdebatan mengenai tradisi, budaya, keselamatan manusia, dan perlakuan terhadap banteng membuatnya semakin sering dibicarakan di ruang publik.
Kalau dilihat dari sisi ilmiah, alasan Encierro terasa sangat berbahaya memang masuk akal. Banteng merupakan hewan besar dengan massa tubuh ratusan kilogram yang mampu menghasilkan dorongan sangat kuat ketika bergerak cepat. Dalam kondisi ramai dan penuh tekanan, arah gerak hewan juga sulit diprediksi. Manusia yang berlari di depannya punya kemampuan manuver yang jauh lebih terbatas. Dari sudut pandang urban, fenomena ini menarik karena memperlihatkan bagaimana sebuah kota bisa mempertahankan tradisi lama di tengah kehidupan modern. Pamplona bukan kota yang hidup di masa lalu; masyarakatnya tetap menjalani kehidupan modern, sementara pada waktu tertentu mereka mengubah ruang jalan kota menjadi bagian dari ritual budaya. Justru benturan antara tradisi lama, pariwisata global, media sosial, dan isu keselamatan inilah yang membuat Encierro terus menjadi perbincangan. Tradisi tersebut bertahan bukan karena semua orang menganggapnya aman, tetapi karena bagi sebagian masyarakat, nilai sejarah dan identitas budaya dianggap punya tempat penting dalam kehidupan mereka.
Pada akhirnya, Encierro di Pamplona adalah contoh bahwa tradisi bisa bertahan sangat lama meskipun terus menuai pro dan kontra. Berbahaya? Jelas. Tapi di balik risikonya, ada sejarah, identitas budaya, pariwisata, dan perdebatan modern yang membuat tradisi ini belum benar-benar kehilangan tempat di Spanyol.